Artikel OOAD dan UML

ARTIKEL OOAD DAN UML

Selama ini mungkin kita sudah memahami dan mengerti tentang tahapan-tahapan pembangunan software atau yang lebih dikenal dengan SDLC. Salah satu tool atau model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented adalah UML. Sebelum kita mengenal pengertian dan pemahaman akan UML dan OOAD leih jauh, kita coba melihat sejarah timbulnya UML dan OOAD ini, diantaranya sebagai berikut :

I. Sejarah Singkat UML

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO

(Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah system blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software. Pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO (Object-Oriented) mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO (Object-Oriented) mulai diuji cobakan dan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique). Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO (Object-Oriented), ketika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metoda OO (Object-Oriented) untuk membuat suatu model bahasa yang uniform / seragam yang disebut UML (Unified Modeling Language) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia. Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metoda yang uniform/seragam dari masing-masing metoda mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metoda UML version 0.8 dan diselesaikan serta di release pada bulan oktober 1995. Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metoda OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan Juni 1996. Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (Object Management Group), Anderson Consulting, Ericsson, Platinum Technology, ObjectTime Limited, dll serta di pelihara oleh OMG yang dipimpin oleh Cris Kobryn. UML adalah standar dunia yang dibuat oleh Object Management Group (OMG), sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi objectoriented dan software component.

II. Pengenalan “Unified Modeling Language/UML”

Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standart untuk melakukan spesifikasi, visualisasi, konstruksi, dan dokumentasi dari komponen-komponen perangkat lunak, dan digunakan untuk pemodelan bisnis. Dalam UML juga digunakan notasi grafis dalam menyatakan suatu desain.

II.1 Konsep Objek.

Obejct dalam Software analisis dan design adalah sesuatu yang berupa konsep, benda dan sesuatu yang membedakan dengan lingkunganya. Secara sederhana object adalah mobil, manusia, alarm dan lainya.

Tapi obyek dapat pula merupakan sesuatu yang abstrak yang hidup didalam sistem seperti tabel, database, event, system messages. Obyek dikenali dari keadaannya dan juga operasinya. Sebagai contoh sebuah mobil dikenali dari warnanya, bentuknya, sedangkan manusia dari suaranya. Ciriciri ini yang akan membedakan obyek tersebut dari obyek lainnya. Alasan mengapa saat ini pendekatan dalam pengembangan software dengan object-oriented, pertama adalah scalability dimana obyek lebih mudah dipakai untuk menggambarkan sistem yang besar dan komplek. Kedua dynamic modeling, adalah dapat dipakai untuk permodelan sistem dinamis dan real time

II.2 Teknik Dasar OOA/D (Object-Oriented Analysis/Design)

Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek walaupun terikat

kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst & designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan

beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal

ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA/D,

yaitu pemodulan (encapsulation), penurunan (inheritance) dan polymorphism.

a. Pemodulan (Encapsulation)

Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik rice cooker, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep information hiding.

b. Penurunan (Inheritance)

Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (parent). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (child), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.

c. Polymorphism

Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (child) melakukan metoda yang sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup atau pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, danmetoda yang dibatasi.

III.Pengenalan UML

UML sebagai sebuah bahasa yang memberikan vocabulary dan tatanan penulisan kata-kata dalam ‘MS Word’ untuk kegunaan komunikasi. Sebuah bahasa model adalah sebuah bahasa yang mempunyai vocabulary dan konsep tatanan / aturan penulisan serta secara fisik mempresentasikan dari sebuah sistem. Seperti halnya UML adalah sebuah bahasa standard untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software.

UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah object-oriented database. Begitu juga mengenai pendokumentasian dapat dilakukan seperti; requirements, arsitektur, design, source code, project plan, tests, dan prototypes. Untuk dapat memahami UML membutuhkan bentuk konsep dari sebuah bahasa model, dan mempelajari 3 (tiga) elemen utama dari UML seperti building block, aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan, dan beberapa mekanisme umum (common).

IV. Pemodelan dengan UML

Pemodelan dengan UML terdiri dari 8 tipe diagram yang berbeda untuk memodelkan sistem perangkat lunak, yaitu :

- Use Case Diagram

- Class Diagram

- Obejct Diagram

- State Diagram

- Activity Diagram

- Sequence Diagram

- Collaboration Diagram

- Component Diagram

- Deploment Diagram

-

V. Berikut Beberapa Contoh Program dalam Java

- Penerapan Class Diagram

Contoh ke-1

// —————————————————————————————

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: ClasDiagram1.java

// Contoh penggunaan kelas sederhana

// —————————————————————————————

class ClasDiagram1

{

int p = 10; // variabel objek

int l = 5; // variabel objek

// Metode untuk menghitung luas lingkaran

double hitungLuas()

{

return p * l;

}

public static void main (String[ ] args)

{

ClasDiagram1 luas = new ClasDiagram1(); // mendeklarasikan objek

System.out.println (“Luas pp = ” + luas.hitungLuas());

}

}

Contoh ke-2

// ——————————————————————————————-

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: Constr.java

// Contoh penggunaan constructor tanpa argumen

// ——————————————————————————————-

class Constr

{

static final double pi = 3.14; // variabel kelas dengan nilai tetap

double radius=10; // variabel objek

String warna=”Merah”;

// Constructor kelas

Constr ()

{

}

// Metode untuk menghitung luas lingkaran

double hitungLuas()

{

return pi * radius * radius;

}

public static void main (String[ ] args)

{

Constr lingk = new Constr(); // Membuat objek

// Menampilkan luas objek

System.out.println (“Luas lingkaran = ” + lingk.hitungLuas());

System.out.println (“Warna lingkaran = ” + lingk.warna);

}

}

Contoh ke-3

// ——————————————————————————————-

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: Karyawan.java

// Contoh penggunaan overloading constructor

// ——————————————————————————————-

class Karyawan

{

private int noKar; // variabel kelas

private String nama, alamat;

// constructor dengan beberapa parameter

public Karyawan (int k, String n, String a)

{

this.noKar = k;

this.nama = n;

this.alamat = a;

}

// constructor tanpa parameter

public Karyawan ()

{

}

// constructor dengan satu parameter

public Karyawan (String n)

{

this.nama = n;

}

public static void main (String[ ] args)

{

// Membuat objek dengan constructor pertama

Karyawan kar1 = new Karyawan(1, “Andi”, “Jl Thamrin 10″);

// Membuat objek dengan constructor kedua

Karyawan kar2 = new Karyawan();

// Membuat objek dengan constructor ketiga

Karyawan kar3 = new Karyawan(“Rina”);

// Menampilkan data

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar1.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar1.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar1.alamat);

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar2.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar2.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar2.alamat);

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar3.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar3.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar3.alamat);

}

}

December 6, 2008 at 2:42 am Leave a comment

Artikel OOAD dan UML

ARTIKEL OOAD DAN UML

Selama ini mungkin kita sudah memahami dan mengerti tentang tahapan-tahapan pembangunan software atau yang lebih dikenal dengan SDLC. Salah satu tool atau model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented adalah UML. Sebelum kita mengenal pengertian dan pemahaman akan UML dan OOAD leih jauh, kita coba melihat sejarah timbulnya UML dan OOAD ini, diantaranya sebagai berikut :

I. Sejarah Singkat UML

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO

(Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah system blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software. Pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO (Object-Oriented) mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO (Object-Oriented) mulai diuji cobakan dan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique). Kelemahan saat itu disadari oleh Booch maupun Rumbaugh adalah tidak adanya standar penggunaan model yang berbasis OO (Object-Oriented), ketika mereka bertemu ditemani rekan lainnya Ivar Jacobson dari Objectory mulai mendiskusikan untuk mengadopsi masing-masing pendekatan metoda OO (Object-Oriented) untuk membuat suatu model bahasa yang uniform / seragam yang disebut UML (Unified Modeling Language) dan dapat digunakan oleh seluruh dunia. Secara resmi bahasa UML dimulai pada bulan oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung Booch untuk membuat sebuah project pendekatan metoda yang uniform/seragam dari masing-masing metoda mereka. Saat itu baru dikembangkan draft metoda UML version 0.8 dan diselesaikan serta di release pada bulan oktober 1995. Bersamaan dengan saat itu, Jacobson bergabung dan UML tersebut diperkaya ruang lingkupnya dengan metoda OOSE sehingga muncul release version 0.9 pada bulan Juni 1996. Hingga saat ini sejak Juni 1998 UML version 1.3 telah diperkaya dan direspons oleh OMG (Object Management Group), Anderson Consulting, Ericsson, Platinum Technology, ObjectTime Limited, dll serta di pelihara oleh OMG yang dipimpin oleh Cris Kobryn. UML adalah standar dunia yang dibuat oleh Object Management Group (OMG), sebuah badan yang bertugas mengeluarkan standar-standar teknologi objectoriented dan software component.

II. Pengenalan “Unified Modeling Language/UML”

Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa standart untuk melakukan spesifikasi, visualisasi, konstruksi, dan dokumentasi dari komponen-komponen perangkat lunak, dan digunakan untuk pemodelan bisnis. Dalam UML juga digunakan notasi grafis dalam menyatakan suatu desain.

II.1 Konsep Objek.

Obejct dalam Software analisis dan design adalah sesuatu yang berupa konsep, benda dan sesuatu yang membedakan dengan lingkunganya. Secara sederhana object adalah mobil, manusia, alarm dan lainya.

Tapi obyek dapat pula merupakan sesuatu yang abstrak yang hidup didalam sistem seperti tabel, database, event, system messages. Obyek dikenali dari keadaannya dan juga operasinya. Sebagai contoh sebuah mobil dikenali dari warnanya, bentuknya, sedangkan manusia dari suaranya. Ciriciri ini yang akan membedakan obyek tersebut dari obyek lainnya. Alasan mengapa saat ini pendekatan dalam pengembangan software dengan object-oriented, pertama adalah scalability dimana obyek lebih mudah dipakai untuk menggambarkan sistem yang besar dan komplek. Kedua dynamic modeling, adalah dapat dipakai untuk permodelan sistem dinamis dan real time

II.2 Teknik Dasar OOA/D (Object-Oriented Analysis/Design)

Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek walaupun terikat

kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst & designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan

beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal

ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA/D,

yaitu pemodulan (encapsulation), penurunan (inheritance) dan polymorphism.

a. Pemodulan (Encapsulation)

Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik rice cooker, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep information hiding.

b. Penurunan (Inheritance)

Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (parent). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (child), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.

c. Polymorphism

Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (child) melakukan metoda yang sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup atau pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, danmetoda yang dibatasi.

III.Pengenalan UML

UML sebagai sebuah bahasa yang memberikan vocabulary dan tatanan penulisan kata-kata dalam ‘MS Word’ untuk kegunaan komunikasi. Sebuah bahasa model adalah sebuah bahasa yang mempunyai vocabulary dan konsep tatanan / aturan penulisan serta secara fisik mempresentasikan dari sebuah sistem. Seperti halnya UML adalah sebuah bahasa standard untuk pengembangan sebuah software yang dapat menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software.

UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemograman visual saja, namun juga dapat secara langsung dihubungkan ke berbagai bahasa pemograman, seperti JAVA, C++, Visual Basic, atau bahkan dihubungkan secara langsung ke dalam sebuah object-oriented database. Begitu juga mengenai pendokumentasian dapat dilakukan seperti; requirements, arsitektur, design, source code, project plan, tests, dan prototypes. Untuk dapat memahami UML membutuhkan bentuk konsep dari sebuah bahasa model, dan mempelajari 3 (tiga) elemen utama dari UML seperti building block, aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan, dan beberapa mekanisme umum (common).

IV. Pemodelan dengan UML

Pemodelan dengan UML terdiri dari 8 tipe diagram yang berbeda untuk memodelkan sistem perangkat lunak, yaitu :

- Use Case Diagram

- Class Diagram

- Obejct Diagram

- State Diagram

- Activity Diagram

- Sequence Diagram

- Collaboration Diagram

- Component Diagram

- Deploment Diagram

-

V. Berikut Beberapa Contoh Program dalam Java

- Penerapan Class Diagram

Contoh ke-1

// —————————————————————————————

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: ClasDiagram1.java

// Contoh penggunaan kelas sederhana

// —————————————————————————————

class ClasDiagram1

{

int p = 10; // variabel objek

int l = 5; // variabel objek

// Metode untuk menghitung luas lingkaran

double hitungLuas()

{

return p * l;

}

public static void main (String[ ] args)

{

ClasDiagram1 luas = new ClasDiagram1(); // mendeklarasikan objek

System.out.println (“Luas pp = ” + luas.hitungLuas());

}

}

Contoh ke-2

// ——————————————————————————————-

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: Constr.java

// Contoh penggunaan constructor tanpa argumen

// ——————————————————————————————-

class Constr

{

static final double pi = 3.14; // variabel kelas dengan nilai tetap

double radius=10; // variabel objek

String warna=”Merah”;

// Constructor kelas

Constr ()

{

}

// Metode untuk menghitung luas lingkaran

double hitungLuas()

{

return pi * radius * radius;

}

public static void main (String[ ] args)

{

Constr lingk = new Constr(); // Membuat objek

// Menampilkan luas objek

System.out.println (“Luas lingkaran = ” + lingk.hitungLuas());

System.out.println (“Warna lingkaran = ” + lingk.warna);

}

}

Contoh ke-3

// ——————————————————————————————-

// Penerapan Class Diagram

// Nama file: Karyawan.java

// Contoh penggunaan overloading constructor

// ——————————————————————————————-

class Karyawan

{

private int noKar; // variabel kelas

private String nama, alamat;

// constructor dengan beberapa parameter

public Karyawan (int k, String n, String a)

{

this.noKar = k;

this.nama = n;

this.alamat = a;

}

// constructor tanpa parameter

public Karyawan ()

{

}

// constructor dengan satu parameter

public Karyawan (String n)

{

this.nama = n;

}

public static void main (String[ ] args)

{

// Membuat objek dengan constructor pertama

Karyawan kar1 = new Karyawan(1, “Andi”, “Jl Thamrin 10″);

// Membuat objek dengan constructor kedua

Karyawan kar2 = new Karyawan();

// Membuat objek dengan constructor ketiga

Karyawan kar3 = new Karyawan(“Rina”);

// Menampilkan data

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar1.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar1.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar1.alamat);

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar2.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar2.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar2.alamat);

System.out.println (“Nomor Karyawan : ” + kar3.noKar); System.out.println (“Nama Karyawan: ” + kar3.nama);

System.out.println (“Alamat Karyawan: ” + kar3.alamat);

}

}

December 6, 2008 at 2:27 am Leave a comment

Rekayasa Sistem Informasi

Kepada Yth :

Rekan-rekan yang mengambi, matakuliah tersebut, minggu ini kita masuk jam ke-2,

dikarena pagi saya berhalangan tolong info ke-rekan lainya

Pak Petrus.P

November 29, 2008 at 1:24 am Leave a comment

DI cari segera Estimator

Dibutuhkan Segera seorang Estimator untukperusahaan Property di daerah Jakarta Selatan

dengan syarat :

1. S1 Teknik Sipil

2. IPK min 2.75

3. Pengalaman di Bidang yang sama , 2 tahun

segera kirimkan lamaran anda ke : it@lembonghouse.com atau ke lembonghouse@cbn.net.id

November 3, 2008 at 4:10 am Leave a comment

Kursus Programing Visual Foxpro

Sudah saatnya sebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika atau Sistem Informasi, sesuatu yang janggal seperti jika paling tidak menguasai 1 bahasa pemprograman, kami coba memberikan bantuan dan peningkatan kemampuan programing adik-adik sekalian. Maju terus IT Indonesia

Kursus Programing ini dikhususkan bagi anda para mahasiswa yang mau mendalami dan berencana mau menjadikan Programing sebagai salah satu sarana anda untuk mendapatkan bekerja dengan lebih cepat dan tidak kalah bersaing dengan yang lain. disinilah saatnya segera gabung dan daftarkan skr juga :

Materi kursus:

  • Desain, Pembuatan, Coding dan Perancangan Form Aplikasi
  • Desain, Pembuatan, Coding dan Perancangan Reporting
  • Desain, Pembuatan, Coding dan Perancangan Database
  • Pembuatan Aplikasi yang powerfull.
  • Otomisasi Tabel
  • Layanan Tanya jawab Masalah yang sering dihadapi

Subject : Kursus Programing Visual Foxpro

Tempat: Lab IT (Kampus Universitas Satya Negara Indonesia )

Waktu :  20 – 25 Oktober 2008

Biaya : 750.0000,-

Trainer :

1. Petrus S.P S.T ( IT Leader PT Constructa dan Dosen di Usni )

2. Hernalom M.Kom ( IT Maneger PT Arion dan Dosen di Binus )

3. Agung S.Kom M.Kom ( Asisten Maneger di BII Finance dan Dosen di Perbanas )

Pendaftaran Paling telah tgl 15 Oktober 2008, Informasi tambahan kelas hanya di buka 3 kelas

1 kelas ( 10 Siswa ). sampai saat ini sudah 10 terdaftar, tinggal 2 kelas lagi segera. kapan lagi bisa kursus murah terus dilatihan oleh para profesional.

September 20, 2008 at 9:18 pm Leave a comment

IT Networking dan 17 Agustus

17 agustus sudah merupakan suatu moment yang besar buat bangsa dan juga diri kita. Kalau kita lihat kisah perjuangan dalam film nama bonar jadi 1 dan 2 sungguh kita bisa lihat pratiottisme para pejuang bangsa kita. Mereka sudah lebih dahulu membangun jaringan sosial netwoking yang menghantarkan pada kemerdekaan RI. saya mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk terus membangun semangat perjuangan teknologi informasi, hanya ada tiga kata untuk kita para Network Engineering yaitu kata pertama :maju terus, ke-2 ” Majuterus”, ke-3 “Majuterus”.

Siapapun kita apapun kemampuan kita, kalau kita setia dalam hal-hal yang kecil pasti kita bisa dipercaya juga untuk hal-hal yang besar, tapi kalau kita tidak setiap untuk yang kecil, bagaimana bisa menjadi seorang Network Engineering yang besar. Sertifikasi seperti CCNA dan lainya hanya sebuah pengantar kita menuju kesana.

Petrus. SP

August 16, 2008 at 3:12 pm Leave a comment

Tugas 2:Corporate Integration of Information Technology


Google

KESELARASAN BISNIS DAN STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI

Penyelarasan IT dengan strategi bisnis merupakan masalah yang telah lama dihadapi. Strategi bisnis merupakan bagaimana sebuah perusahaan memposisikan dirinya secara dan menjalankan bisnisnya dengan cara yang berbeda dengan perusahaan lain. Karena strategi memposisikan kegiatan bisnis dijalankan secara berbeda dengan perusahaan lain, maka diperlukan dukungan teknologi informasi (IT) yang berbeda pula. Strategi pengembangan IT harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang ada dalam perusahaan. Enterprise Architecture digunakan sebagai cetak biru dari perancangan infrastruktur sistem informasi agar dapat memenuhi kebutuhan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Perubahan dalam lingkungan bisnis menyebabkan diperlukannya penilaian keselarasan IT dan strategi bisnis ini secara berkala

Pendahuluan

Penyelarasan antar bisnis strategi dengan teknologi informasi (IT) merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensi. Seringkali keputusan untuk melakukan pengembangan dibidang teknologi informasi hanya didasarkan pada kemampuan sebuah perangkat lunak yang canggih tanpa melihat lebih jauh apakah perangkat lunat tersebut telah sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam jangka panjang. Tentu penggunaan aplikasi yang canggih dapat memberikan keuntungan dalam bersaing (competitive advantage) bagi perusahaan. Tetapi keuntungan yang diberikan dengan cara ini tidak akan dapat berlangsung lama. Apabila ternyata ada perangkat lunak baru dengan kemampuan yang lebih canggih, maka keuntungan yang dimiliki tentu akan ikut hilang bersamaan dengan munculnya perangkat lunak yang baru tersebut.

Perusahaan yang berhasil melakukan integrasi antar teknologi dengan strategi bisnis menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. IT telah menjadi enabler yang penting bagi strategi bisnis dalam hal kustomisasi masal, diferensiasi kompetitif, peningkatan kualitas, dan peningkatan dan otomatisasi proses. Penyelarasan strategi bisnis dan IT digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan suplier, dan menciptakan produk dan solusi bisnis baru. Kegagalan dalam melakukan penyelarasan ini dapat mengakibatkan peningkatan biaya dan kehilangan kesempatan.

Dalam tulisan ini akan akan dibahas tentang strategi bisnis, peranan IT dalam mendukung strategi bisnis, hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menyelaraskan IT dan strategi bisnis, dan Enterprise Achitecture sebagai framework dalam merencanakan infrastruktur IT dalam perusahaan. Tulisan ini masih bersifat overview dari masalah penyelarasan yang dihadapi. Diharapkan di masa yang akan datang dapat dilakukan penilaian – penilaian terhadap kasus – kasus penyelarasan IT dan strategi bisnis yang lebih spesifik dalam lingkungan usaha di Indonesia.

Strategi Business

Strategi sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Strategi itu sendiri merupakan arahan dan ruang lingkup dari perusahaan dalam jangka panjang yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan melalui penggunaan sumber daya yang ada dalam lingkungan yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi harapan dari para stakeholder.

Dalam strategi ada aspek arahan (direction) yang menunjukkan kemana tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam jangka panjang, keuntungan kompetitif (competitive advantage) yang menunjukkan bagaimana perusahaan akan dapat melakukan kegiatannya dengan lebih baik dari para kompetitornya yang berada dalam pasar yang sama, sumber daya (resource) yang menunjukkan sumber daya apa saja yang ada dan dibutuhkan untuk dapat bersaing, lingkungan (environment) yang menunjukkan keadaan eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk dapat bersaing, serta nilai dan ekspektasi yang dimiliki oleh orang – orang yang berada di lingkungan bisnis (stakeholder).

Strategi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan akan membedakannya dengan perusahaan – perusahaan lain. Menurut Micheal E. Porter dalam [5], menjalankan operasi dalam perusahaan secara efektif dan efisien tidak lagi mencukupi untuk disebut sebagai strategi perusahaan. Esensi dari sebuah strategi adalah memilih untuk melakukan aktifitas yang berbeda atau melakukan aktifitas yang sama dengan cara yang berbeda dan memberikan posisi strategis yang lebih baik dari pada para pesaing. Perusahaan dapat memberikan performa yang lebih baik dari para pesaing hanya jika perusahaan dapat menentukan perbedaan yang dimilikinya dan mempertahankannya. Perbedaan tersebut harus dapat memberikan nilai yang lebih baik bagi para konsumen atau menciptakan nilai yang hampir sama tetapi dengan biaya yang lebih murah atau bahkan keduannya.

Karena perbedaan ini, maka setiap perusahaan tentunya akan memerlukan penggunaan IT secara berbeda sesuai dengan strategi yang diterapkan. Penggunaan aplikasi sistem informasi yang disediakan oleh vendor pihak ketiga sering kali tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam menjalankan proses bisnis.

Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan, pertama proses bisnis perlu dilakukan modifikasi agar sesuai dengan IT yang digunakan, atau kedua melakukan penyesuaian atau kustomisasi terhadap IT. Jika yang pertama yang dipilih, tentunya hal ini akan sangat berpengaruh pada strategi bisnis yang telah ditetapkan. Perubahan proses bisnis yang dijalankan dapat menyebabkan perubahan strategi bisnis, dan dapat mengakibatkan tidak tercapainya aspek arahan dari strategi itu sendiri. Tentunya hal yang paling logis untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan adalah untuk melakukan penyesuaian atau penyelarasan dalam konteks ini terhadap penggunaan IT agar sesuai dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Peranan IT

Saat ini, perusahaan menghadapi tantangan yang besar untuk dapat mewujudkan tujuannya dan menjalankan strategi bisnis yang telah di formulasikan. Informasi yang disediakan memegang peranan penting untuk dapat berhasil. IT memegang peranan penting dalam mewujudkan strategi bisnis.

Sebuah organisasi yang telah mengadopsi teknologi informasi ke dalam proses bisnis yang dilakukannya, tentunya akan ikut memikirkan peranan yang akan dilakukan oleh IT. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan IT untuk menjalankan operasi sehari – hari agar dapat berjalan dengan baik dan efisien. Ada juga perusahaan yang menggunakan IT sebagai enabler untuk menciptakan kesempatan – kesempatan baru yang mungkin tidak akan dapat dilakukan tanpa dukungan IT. Serta IT juga digunakan sebagai cara baru untuk mengatur fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi. Peranaan IT dalam organisasi ini juga akan mempengaruhi penyelarasan yang terjadi dalam perusahaan. Penetapan peran IT ini juga berpengaruh pada mengembangkan portfolio aplikasi yang dilakukan oleh perusahaan

July 28, 2008 at 5:38 am Leave a comment

Tren Terbaru Profesi Software Engineer

Selamat datang,

Weblog ini dibuat sebagai salah satu tugas Mata Kuliah Software Engineer, pada program Pasca Sarjana Magister Komputer STTI BI of Ereshahttp://benarif.ereshaeducation.com

Banyak orang di Indonesia kesulitan mencari kerja, sementara itu katanya di luar negeri banyak lowongan kerja terutama untuk bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi, bidang “high-tech”. Betulkah demikian ? dan apa mungkin lulusan Perguruan Tinggi Indonesia bisa bekerja di luar negeri ?
Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI, tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 – 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta.

Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan tersebut sepanjang artikel ini.
Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan “software engineer” yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya

Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang

Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara “dunia pertama” macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.
Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?
Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan,” jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com – sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.

Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.

Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.

Sebagai gambaran kebutuhan tenaga IT di bidang industri di bawah ini dikemukakan dalam konsep blue book yang disusun ITB (lihat www.bhtv.web.id)

http://www.stimednp.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=63&Itemid=1

Lalu kita lihat bersama data yang menarik buat kita bersama sebagai orang-orang yang bergerak dalam dunia Teknologi informasi yaitu : 10 orang terkaya di Indonesia dan 10 orang terkaya di Amerika. Di Indonesia, ada nama nama Aburizal Bakri, Sukanto Tanoto, dsb. Sedangkan di Amerika, Bill Gates tak tergoyahkan, diikuti Paul Allen, Larry Ellison (Oracle), dsb. Ada sesuatu fenoma unik apabila kita lakukan komparasi pada kedua data ini. Olala, orang terkaya di Indonesia sebagian besar karena bisnis yang berhubungan dengan sumber daya alam (minyak, batubara, emas, dsb), sebagian lagi adalah broker, dan boleh dikatakan sebagian besar kaya karena keturunan. Di lain sisi, sebagian besar orang Amerika yang masuk daftar sebagai orang terkaya, hampir tidak ada yang berbisnis sumber daya alam, semuanya bermain di knowledge capital alias berbasis pengetahuan. Bahkan data menunjukkan bahwa mereka memang orang besar yang memulai bisnis dari kecil, pekerja keras, berkubang lumpur, dan di waktu mudanya mereka sangat memahami masalah teknis berhubungan dengan bisnisnya. Bagaimanapun juga, sumber daya alam akan habis dalam waktu dekat, otomatis bisnis dengan cara seperti ini tidak akan bertahan lama. Indonesia dan SDMnya mau tak mau harus memikirkan untuk mencoba bermain di bisnis berbasis knowledge capital yang relatif bisa bertahan lebih lama. Software engineer adalah profesi dan peluang baru yang saya yakin akan menjadi besar di Indonesia. Di Amerika sendiri, dalam beberapa tahun ini software engineer bertahan di nomor urut pertama untuk 50 best jobs in America. Bahkan dominasi software engineer mengalahkan profesi university professor, financial adviser dan human-resources manage.

http://www.lintasberita.com/Teknologi/Software_Engineer_Sebagai_Sebuah_Profes

- Kita saya coba search di google dengan kata “ Profesi yang paling dicari”

Uni Eropa untuk menjadi salah satu kawasan yang berpengaruh di muka bumi ini. Maklum, berakhirnya perang dingin di tahun 1991 membuat Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adidaya yang tak terkalahkan. Untuk memenuhi ambisi tersebut, Uni Eropa merumuskan suatu strategi tersendiri yang dikenal dengan Lisbon strategy. Sedangkan untuk implementasi, strategi ini dituangkan dalam European Union Framework. Saat ini, EU FP 7 merupakan implementasi aktual dari strategi yang ada. Dan menurut kerangka kerja yang ada, EU FP 7 akan berjalan mulai tahun 2007 sampai 2013 nanti.

Ada 4 (empat) program/poin utama dalam EU FP 7 ini, yaitu: Cooperation, Ideas, People dan Capacities. Masing-masing program/poin memiliki fokus penekanannya sendiri. Menariknya, EU FP 7 membuka pintu kesempatan yang sangat lebar untuk cooperation, terutama pada penelitian di bidang sains dan teknologi. Dan ini tidak terbatas pada mereka yang menjadi anggota Uni Eropa saja. Kesempatan ini pun terbuka bagi organisasi dan individual yang berlokasi di negara-negara di luar Uni Eropa. Bahkan, lebih dari separuh anggaran yang ada dialokasikan untuk penciptaan kolaborasi ini. Dari 10 bidang utama untuk melakukan cooperation tersebut, bidang Teknologi Informasi (TI) menempati ranking tertinggi dalam alokasi anggaran yang disediakan. Ini menarik, terutama di tengah-tengah trend (berbau) lingkungan yang berkembang di Eropa saat ini.

Artikel Selengkapnya

http://yainal.web.id/study-and-career/peneliti-teknologi-informasi-profesi-paling-di-cari-di-eropa/

Mari sudah saatnya kita bangkit, bangkit, bangkit, maju, maju…………………………………………….

untuk Bangsaku, Keluargaku dan untuk semua orang yang kita cintai dan juga yang kita benci.

Post, 25 Juli 2008

Petrus P

March 19, 2008 at 2:03 pm 1 comment


Categories

  • Blogroll

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.